5 Jurus Paling Jitu Negosiasi Gaji Bagi Fresh Graduate

Sobat, ketika test interview, kemungkinan besar kita akan menjadi bingung ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini :
“Saya harus minta gaji berapa ya?”
“Aapakah boleh sebagai fresh graduate negosiasi tentang gaji?”
“Seandainya tidak sesuai keinginan saya harus menolak atau menerima?” Baca juga:  tips dan trik wawancar kerja..

Sobat, masalah negosiasi gaji memanglah sebuah pekerjaan yang selalu menantang dan sangat intimidatif, apalagi bagi fresh graduates ataupunfirst jobbers yang tentu saja baru memulai di dunia karier. Kemungkinan besar kita akan merasa minder disebabkan kita baru lulus atau menjadi bingung karena kebanyakan tips untuk negosiasi gaji selalu saja menekankan pada keahlian dan pengalaman kerja untuk meminta dapat  lebih.  Oleh karena itu, bagaimanakah langkah untuk bernegosiasi gaji apabila kita belum punya banyak pengalaman kerja?

1.     Riset! Riset!

Sobat, sebelum test interview, kita harus melakukan riset range ataupun rata-rata gaji untuk fresh graduate disesuaikan dengan jenjang pendidikan yang kita miliki dan posisi yang ingin kita lamar. Kita harus mengetahui berapakah gaji kita lebih dulu sebelum kita mengajukan penawaran tentang gaji kita. Riset range gaji melalui data resmi yang ada di universitas, ikatan alumni, internet. Akan lebih bagus lagi apabila kita juga mengetahui range salary yang biasanya diberikan oleh perusahaan tersebut kepada fresh graduate atau untuk posisi yang memang kita menginginkannya.

2.    Hindari Menyebut Angka Lebih Dahulu

Sobat, walaupun kita sudah mengetahui range gaji sesuai dengan posisi kita, kita tentu saja tak menebak berapa besar perusahaan tersebut akan bersedia untuk membayar kita untuk posisi yang kita lamar. Oleh karenanya, janganlah kita menyebutkan angka terlebih dahulu! Apabila kita telah menyebut angka yang lebih rendah dari perkiraan seorang pewawancara, mereka tentu saja tak akan bilang apa-apa dan tentu saja pasti akan menyetujuinya.

Dan di sinilah letak kemampuan negoisasi serta kemampuan untuk mengorek informasi kita  dibutuhkan. Kita wajib menjadikan pewawancara memberitahu kita berapa range gaji untuk posisi yang kita lamar tersebut, jadi kita otomatis akan menjadi fokus mendapatkan gaji tertinggi yang ditawarkan.

Pada saat inilah jiwa negosiator handal kita gunakan. Pada saat ada dua orang negosiator dalam satu ruangan, tentu saja masing-masing akan berusaha untuk meruntuhkan pertahanan yang lain. Dan biasanya setiap orang akan menghindar menyebutkan angka, tentu saja seorang pewawancara akan berusaha untuk membuat kita bicara. Ini ada beberapa saran supaya kita berkelit dari pertanyaan mereka:

Apabila muncul pertanyaan berapa gaji terakhirmu? Maka kita harus menjawab bahwa sebelum ini saya belum pernah bekerja (ataupun “Job desc pekerjaan baru ini sangat berbeda dari pekerjaan lama saya” ini apabila kita sudah pernah bekerja).  Dan kita balik bertanya kepada pewawancara dengan pertanyaan “Mungkin Bapak/Ibu dapat memberitahu saya berapa range gaji yang ditawarkan kepada saya berdasarkan penilaian Bapak/Ibu setelah wawancara dan membaca CV saya tersebut?”

Apabila pewawancara menanyakan “berapa gaji yang kamu harapkan? Kita menjawabnya dengan “Saya tertarik untuk melamar di perusahaan ini untuk mencari pekerjaan yang pas dengan passion saya. Oleh karenanya, saya yakin sekali berapapun gaji yang diberikan oleh perusahaan ini tentu akan sesuai dengan range rata-rata.”
Apabila pewawancara menanyakan “Saya harus mengetahui berapa gaji yang kamu minta, agar dapat memberimu penawaran. Dapatkan kamu memberikan rentang gaji? Kita menjawab dengan “Saya menghargai apabila Bapak/Ibu memberikan penawaran berdasarkan gaji yang diberikan untuk posisi ini, jadi kita bisa mulai tawar-menawar dari sana.”

Dan mungkin nantinya pewawancara menanyakan “Mengapa kamu tidak mau menyebutkan gaji yang diinginkan? Jawablah pertanyaan tersebut dengan “Saya rasa Bapak/Ibu yang mengetahui berapa sebaiknya gaji untuk posisi ini dan hal itu adalah informasi yang penting untuk saya ketahui.”

3.    Jangan Terburu-buru

Sobat, kita jangan langsung menerima dan menyetujui tawaran yang pertama. Apabila kita ditawari gaji yang lebih rendah dari keinginan kita, kita harus tetap berterima kasih dan juga mengungkapkan bahwa kita tertarik sebelum mulai mendiskusikan detailnya. Dan kita jangan sampai membuat bahwa perusahaan tahu bahwa kita itu kecewa.  Janganlah terburu-buru menerimanya meskipun kita didesak supaya segera menerima tawaran tersebut. Dan sah-sah saja apabila kita meminta waktu untuk mempertimbangkan hal teresebut dan mencari saran mengenai tawaran gaji itu. Asalkan, jangan terlalu lama untuk memberikan jawaban kita kepada perusahaan!

4.    Lakukan Perhitungan

Sobat, apabila gaji yang ditawarkan perusahaan tersebut tak sebesar keinginan kita, kompensasi lain mungkin saja dapat menebus angka yang berada di bawah ekspektasi kita tersebut. Kita wajib untuk mempertimbangakan poin-poin ini agar dapat melakukan perhitungan  yang baik: Apakah gaji yang diberikan terebut sudah termasuk dengan uang lembur? Berapakah komisi yang akan kita terima? Bagaimanakah soal fasilitas lainnya  di luar gaji tersebut? Apakah kita  akan memperolah uang transport atau uang makan? Apakah perusahaan tersebut mempunyai program untuk pengembangan SDM yang baik?

5.    Take It or Leave It?

Sobat, sesudah kita mempertimbangkannya segera lakukanlah sebuah langkah selanjutnya yaitu kita menerima atau menolak pekerjaan tersebut.

Apabila gaji yang ditawarkan perusahaan tersebut di bawah ekspektasi kita, akan tetapi kita melihat sebuah peluang untuk belajar dan mendapatkan pengalaman yang besar dari perusahaan tersebut, maka kita boleh menerimanya.  Namun apabila kita kurang puas, adalah sah-sah saja menawar gaji yang ditawarkan tersebut sebesar yang kita inginkan.  Akan tetapi, kita perlu mengingatl untuk sekaky berpegang pada data riset range gaji dan janganlah kita meminta gaji terlalu tinggi, mengingat ini baru pekerjaan awal kita.

Sobat, apabila dalam negosiasi tersebut tidak  terjadi kesepakatan, tetapla kita menampilkan sikap positif ketika wawancara dan kita menghargai tawaran yang telah mereka berikan. Tutuplah negosiasi tersebut dengan sopan, karena siapa tahu akan ada kesempatan lagi di masa depan bersama perusahaan tersebut.

Kita harus mengingat,apabila ini merupakan pekerjaan pertama kita, ada banyak hal yang lebih penting dari jumlah gaji yang kita bawa pulang. Ini  merupakan sebuah kesempatan kita untuk banyak belajar, dan untuk mengetahui lebih banyak lagi mengenai industri yang kita pilih, dan untuk mengumpulkan banyak pengalaman sebelum akhirnya kita berpindah untuk mengejar karier berikutnya.  Oleh karena itu, janganlah  berkecil hati apabila kita mendapatkan jumlah gaji yang tidak terlalu besar. Dan tentu saja asih ada kesempatan-kesempatan berikutnya.

error: Content is protected !!